(Mungkin) Aku Geram

Kadang aku penat memikirkan cerita tentangmu, tentang apapun tentangmu. Tapi aku lebih penat ketika aku acuh, tak memikirkan cerita tentangmu. Aku hanya ingn memperhatikanmu, tak lebih agar kita sama terjaga. Bukan karena aku lebih baik darimu, tapi bolehkah aku meminta? Sedikit saja pengertianmu, bahwa aku tak mengharapkan apapun selain kebaikan ada padamu.

Kadang aku dipusingkan mendapat kabar tentangmu, tentang apapun tentangmu. Tapi aku lebih dipusingkan ketika aku tak tahu kabar tentangmu. Aku hanya ingin memperhatikanmu, tak lebih agar kita sama terjaga. Bukan karena aku sok perhatian atau cari perhatian dengan memperhatikanmu. Aku hanya tak ingin kau mencari perhatian lain dari perhatianku dan saudarimu yang lain. Atau yang lebih memperhatikanmu, Allah. Tak cukupkah kasih dan sayangNya? Sehingga kau mencari jiwa-jiwa lain yang kau anggap mengayomimu, menjagamu, bahkan kau rela mendengar ia menyatakan cinta yang belum halal bagimu. Saudariku, lihatlah aku disini. Menyayangimu, mengasihimu. Membagi rasa yang Allah titipkan padaku untuk kubagi denganmu.

Kadang aku segan merangkai kata nan indah padamu, tuk sekedar menanyakan keadaanmu. Tapi aku lebih segan ketika aku mendapati kau lebih menyukai rangkaian kata nan penuh buai dari seorang yang tak layak menyampaikannya padamu. Dari seorang yang mengaku beriman setelah Allah titipkan rasa itu dan ia ungkapkan padamu. Ah, tidak !!! Bukan hanya padamu, tapi pada hati-hati lain yang juga rapuh. Ia rangkaikan tiap suku kata menjadi sajak-sajak berbunga, bak seorang pujangga. Lalu ia sebarkan pada jiwa-jiwa yang mungkin haus akan sanjungan. Demi Dzat yang jiwaku ada dalam genggamanNya. Aku malu. Aku kelu dan pilu. Menyaksikan ia meluluhkanmu hanya dengan sederet kalimat rayu. Oh Allah, kuatkan kami yang rapuh.

Kadang aku menundukkan hatiku, aku takut kau membenciku karena kecintaanku padamu. Kau memintaku tuk mengingatkanmu, tapi mungkin caraku keliru. Hingga pada satu waktu kau memarahiku, menganggap aku terlalu jauh mencampuri perkaramu. Menganggap aku terlalu dalam menyelami kehidupanmu. Tapi saudariku, salahkah aku mencintaimu? Salahkah aku mengingatkanmu? Bukankah kau yang memintanya padaku? Lantas mengapa kau tak hiraukan kata-kataku?

Kau lebih senang ketika kaum adam yang memerhatikanmu, sedang kau mengacuhkanku. Kau lebih senang membalas pesan-pesan mereka yang menanyakan keadaanmu, sedang kau mengabaikanku. Kau lebih senang menerima peringatan dari mereka, sedang peringatanku tak sedikit pun berarti bagimu. Duhai jiwa yang aku tahu bahwa kau pun rapuh, aku hanya ingin kita tetap berjalan beriringan dalam ketaatan, dalam keimanan. Aku hanya ingin degup dan ritme kita masih seirama, menyenandungkan simfoni cinta dan taqwa. Aku hanya ingin, jika memang kita tak lagi sejalan, namun Allah tetap satu tujuan. Dengan asmaNya yang telah mampukan aku menuliskan ini untukmu, terlebih untukku.

Biarkan kudekap kau erat, agar kau rasa hangat, hapuskan sepi yang mungkin membuatmu tercekat. Biarkan kudekap kau erat, agar kau rasa hangat, sirnakan sunyi yang mungkin membuatmu terjebak dalam tipu muslihat. Saudariku, inilah aku menyenandungkan lagu rindu karena kecemburuanku padamu yang tengah larut dalam buai cinta semu nan menipu. Semoga Allah senantiasa menjagamu, menjagaku untuk tetap bermohon segenggam tabah menghadapi kelakuan nakalmu. Semoga Allah senantiasa kita hadirkan dalam tiap perjumpaan, dalam tiap kesempatan yang melarutkan aku dan dirimu dalam doa dan sujud di penghujung malam. Inilah aku, yang (mungkin) geram.

Merapikan keping-keping hati yang sedikit berantakan karena terselip amarah ketika menuliskannya. Tapi smga Allah mengampuni kekhilafan dan melapangkan bagiku ampunan. Aamiin.

Bumi Cinta, 20 Mei 2012/1 Rajab 1433 H

Advertisements

2 thoughts on “(Mungkin) Aku Geram

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s