Menuliskannya Kembali

Bismillaah.

Sebelum masa di duniaku berkurang, sebelum nyawa meregang, langkah akan semakin kumantapkan. Jika ada ungkapan yang mengatakan, ‘Banyak jalan menuju Roma’, maka begitupun dengan mimpi-mimpiku. Banyak jalan menjadikannya NYATA !!!

Semua atas kehendakNya, tugasmu adalah melakukan yg terbaik, memohon agar Ia mampukanmu. Ya, tugasku hanya mengusahakannya menjadi nyata dan bermohon semoga Ia mampukan ketiadamampuan. Atas segala cita yang telah kutuliskan, semoga Allah berkenan limpahkan keberkahan dan mengiringiku dengan keridhaan.

Aku kembali dengan keyakinan dalam hati bahwa apa-apa yang kucitakan tak sekedar mimpi. Jika pun kini hanya isapan jari, tetaplah aku meyakini suatu hari nanti kulihat tulisan-tulisan itu kehidupan yang kujalani. Sederhana saja, aku hanya ingin menebar manfaat dan kebaikan dimanapun berada. Dari segala cita, semoga Ia memampukanku, mengiringiku senantiasa.

Masih lekat dalam ingat, kurang lebih dua tahun yang lalu. Di bulan Februari kala itu. Kuyakinkan diri untuk meneruskan mimpiku, melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah setelah dua tahun meninggalkan bangku sekolah. Di tengah aktivitas dunia kerja, mencoba tuk kumpulkan keping-keping semangat menjalankan ajarannya, menuntut ilmu walau ke negeri Cina.

Kubiarkan berlalu suara-suara yang melemahkanku, bukan tak kuhargai mereka, hanya saja kali ini aku tengah bersusah payah. Membangung kembali benteng diri untuk tetap melangkah.

Ku tata tiap bata kehidupan. Kau tahu, kawan? Entah kucari dimana semangat belajar yang telah lama tergantikan dengan rutinitas dunia kerja. Kuputuskan mengikuti program intensif SNMPTN di salah satu lembaga bimbingan belajar yang lokasinya dekat dengan kantor. Mendaftarkan diri dengan biaya yang cukup mahal, disini aku masih tak menyerah. Bernegosiasi dengan petugas di meja registrasi agar dibolehkan mencicil biaya bimbingan beberapa kali, lebih lama dari yang semestinya. Dan alhamdulillah, tak diizinkan. 🙂

Ku percaya, Allah sedang menyaksikan perjuangan kecilku. Kuyakinkan kembali bahwa masalah dana bukanlah hal yang menjadikan semangat ini pudar. Maka dari itu, kurelakan uang saku dari hasil kerja untuk tabungan membayar cicilan bimbingan belajar. Tak apa, toh? Jika tak begitu, belum tentu orang tuaku bersedia membantu, aku tak ingin menyusahkan keduanya, itu saja.

Perlahan tapi pasti, masalah biaya tak menjadi persoalan. Memasuki pertemuan demi pertemuan di kelas dengan beberapa tutor, hingga akhirnya ditanyakanlah pada kami, ‘Mau ambil jurusan apa dan di kampus mana?’. Pertanyaan yang ketika itu telah kumiliki jawaban, dengan yakinku menjawab, ‘Teknologi Pendidikan, UPI dan UNJ’ (dua-duanya ambil teknologi pendidikan).

Mengikuti kelas malam, selepas bekerja dan duduk kembali memaksa otak berpikir lebih keras. Kenapa? Begitu susah aku mengingat materi-materi yang diajarkan. Selama dua tahun meninggalkan bangku sekolah, aku berkutat dengan rutinitas kerja tanpa membuka kembali pelajaran-pelajaran. Ini yang membuatku hampir menyerah. Di salah satu pertemuan, aku tak menghadirkan diri ke kelas. Penat, pikirku singkat. Sepertinya syetan tak ingin aku menjaga semangat. Maka, kembali kupaksakan diri duduk bersama rekan-rekan yang usianya lebih muda untuk belajar bersama. Ada rasa malu. Tapi, perasaan itu masih kalah dengan perasaan ingin tahuku. Belajar bisa dari siapa saja, tak peduli masa, tak peduli usia.

Singkat cerita, aku mengikuti ujian SNMPTN. Lokasi ujiannya di SMAN 70 Jakarta. Alhamdulillah, tak terlalu jauh dari rumah. Hari ujian pertama kulalui dengan mudah. Selepas meninggalkan ruang ujian tak lupa berterima kasih pada Sang Kekasih atas kemudahan yang Ia berikan. Esok harinya, entah apa yang membuatku berangkat lebih awal dari hari sebelumnya. Mungkin karena ada rasa ingin segera menuntaskan ujian. Ada rasa yang juga menggelitik, dan aku bertanya pada diri sendiri, ‘Kalau sudah selesai ujiannya, apakah langsung bisa diketahui hasilnya?’. Mengendarai motor dengan kecepatan pelan saja, singgah sejenak di pom bensin, mengisi tangki yang perlahan kosong dari bahan bakar. Kembali ku pacu, melaju menuju tempat ujian. Dan, braakkkk!!! Motor yang kukendarai terserempet pengendara motor lain.

Hari ujian kedua, agendanya adalah ujian bidang studi yang diambil, yaitu, IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial). Dengan kondisi begitu, perih luka di beberapa bagian sangat mempengaruhi konsentrasi. Beberapa kali meringis, menahan sakit selama mengendarai motor yang masih jauh dari lokasi ujian. Laa hawla walaa quwwata illaa billaah, hanya ini yang memampukanku. Tiba di ruang ujian, menelan beberapa teguk air mineral dan membaca beberapa pesan cintaNya. Ujian pun dimulai. Sungguh kawan, konsentrasiku hilang! Kesal rasanya, tapi untuk apa?

Kurang lebih, sebulan lamanya menanti hasil pengumuman kelulusan. Di akhir bulan Juni, sudah kusiapkan surat pengunduran diri dari kantor. Tapi Allah berkehendak lain, sebelum surat itu kusampaikan pada pimpinan, lebih dulu sampai padaku surat pemberhentian kerja. Allah…, sungguh aku kelu. Namun hatiku membisikkan pelan, ‘Ini cara Allah menyayangimu’.

Semakin terasa lama pengumuman kelulusan ujian, hingga tiba hari yang dinanti, 17 Juli 2010. Di tengah malam itu, mata masih terjaga menatap layar kaca. Di tengah degup jantung yang lebih cepat berpacu dengan waktu. Bismillaah…, memasuki website pengumuman kelulusan dan mengetik satu per satu nomor ujian.

210-30-021511011 HAJIAH NURDIANI 322163 – MANAJEMEN DAKWAH, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI JAKARTA.

Lho? Kenapa jadi UIN?
Biarlah jawaban dari itu tak kutuliskan disini. Semua adalah kehendakNya. Aku hanya berusaha dan seraya memohon perkenananNya. Ridhalah aku pada keridhaanNya. Inilah sepenggal mimpi yang tak kesampaian. Aku menginginkan kuliah teknologi pendidikan, tapi Allah lebih berkenan aku disini, hari ini. Menjalani ketetapanNya sesuai dengan yang kita harapkan adalah kenikmatan, tapi mencintai kehendakNya yang tak sejalan dengan yang kita harapkan adalah keberlimpahan yang tak sesiapa mampu memberikan selain Ia, Ar-Rahmaan.

Bumi Cinta, 9 Juni 2012/19 Rajab 1433 H.
Mengenang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s