Menghitung KaruniaNya

Bismillaah.

Semoga kuncup telah merekah, menyenandungkan simfoni cinta tanda syukur pada Pemilik semesta. Semangat pagi kawan, apa kabarmu hari ini?

Mari kita duduk sejenak, menatap dalam dan tajam pada sebaris pepohonan yang ada di hadapan. Saudaraku, tahukah dirimu wahai jiwa yang rapuh? Allah takkan membebani pundak ini dengan yang tak sanggup ia menanggungnya. Tapi ada yang takkan pernah sanggup kita emban. Apakah? Adalah menghitung nikmat dariNya. Tapi kali ini, mari sini duduk berdampingan, sejenak kita mengingat berbagai kenikmatan yang Ia berikan. Sejenak saja kita membuat catatan tentang tetes-tetes kasih sayang yang Ia kucurkan.

Di antara sekian banyak kenikmatan, di sini kita coba uraikan beberapa saja, untuk mengingatkan hati-hati kita untuk mensyukurinya. Bismillaah.

* Udara
Tiap kali menghirup tiap partikel oksigen, apa yang ada di benak kita selain merasakan sejuk dan kesegaran udara pagi? Saudaraku, udara yang berhembus tiap waktu, adakah sedetik saja kita tak menghirupnya? Inilah lalainya kebanyakan manusia, selalu saja lupa berterima kasih meski hanya dengan mengucap kesyukuran dengan lisan. Sering terjadi adalah udara dicemari dengan kepulan asap rokok atau polusi lainnya. Bagi saya, ini adalah satu bentuk pengrusakan kejernihan udara yang semestinya dijaga bagi kelangsungan hidup manusia. Orang-orang yang mengeluh di pagi hari adalah tanda mereka tak bersyukur. Mengapa? Sederhana saja, keluhan adalah indikasi kekeruhan hati yang menjadikan lisan terkotori dan mencemari kejernihan hati. Lalu bagaimana kita mensyukuri udara yang kita hidup tiap harinya? Dengan menjaganya tetap bersih agar paru-paru kita pun terjaga kesehatannya. Satu bentuk kesyukuran adalah tentang bagaimana kita menjaga yang telah Allah titipkan dan nantinya akan dimintai pertanggungjawaban.

* Kesehatan
Termasuk ke dalam lima perkara yang harus diingat sebelum lima perkara, adalah sehat sebelum sakit. Saudaraku, pernahkah merasakan betapa tak enak menikmati makanan kesukaan saat flu melanda? Atau ketika lambung perih menahan sakit saat maag kambuh? Mungkin kedua penyakit itu terkesan biasa saja, tapi makan dan minum jadi tak enak bukan? Ya, inilah yang jarang kita syukuri. Menjaga kesehatan dengan pola makan yang teratur, mengkonsumsi makanan dan minuman yang halaan thoyyiban adalah juga bentuk kesyukuran atas nikmat kesehatan. Dan yang juga bisa dilakukan sebagai bentuk syukur atas nikmat sehat adalah istirahat yang cukup. Ingat dengan lagu Rhoma Irama? Judulnya Begadang. Eheheh…, Bang Rhoma bilang, begadang jangan begadang, kalau tiada artinya. Begadang boleh saja, kalau ada perlunya. Nah,kalo nonton bola kayak euphoria Euro sekarang gimana? Mau begadang boleh gak? Hmm.., kallo menurut saya pribadi, sah-sah aja. Yang penting gak sampe melalaikan Allah. Kalo nonton bola, mbok yaaa shalat tahajud dulu. Jangan sampe nonton bola dipaksain mata melek, giliran tahajud ngantuk zzzzZZzzz….

Udah deh segini aja, ga sanggup lagi nulisin banyaknya kenikmatan yang Allah berikan. Seberapapun yang kita dapatkan, yuk disyukuri biar Allah berkenan memberikan yang lebih baik lagi buat kita. Pantaskan diri menerima segala kemurahaNya 🙂

Dalam kesyukuran.
Kamis malam, 28 Juni 2012/8 Sya’ban 1433 H.
Fa bi ayyi ‘aalaaaaaai robbikuma tukadzdziibaan????

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s