Tentangnya

Bismillaah.
Dengan nama Allah Yang MahaPengasih, lagi MahaPenyayang. Dengan asmaNya yang segala puji bagiNya.

Malam itu, ia beranjak dari kasur yang tak terlalu empuk, namun nyaman tuk ditempati beristirahat, melepas lelah dan penat. ‘Kak, sastra Belanda!’, suaranya memecah fokusku yang tengah menatap layar kaca. Aku masih terdiam beberapa saat, hingga akhirnya kata tertahan di kerongkongan, namun kesyukuran menderu di sepanjang relung hatiku. Tetiba melintas sekilas perjuangannya mempersiapkan ‘perbekalan’ untuk mimpinya, menjadi mahasiswa pada salah satu perguruan tinggi negeri. Ya, menjadi mahasiswa pada salah satu perguruan tinggi negeri. Di kampus ‘yellow jacket’. Aku mengenalnya dengan nama Universitas Indonesia, kampus perjuangan.

Ia melanjutkan ceritanya, meski dengan nada agak pelan, mungkin haru. ‘Subhanallaah…, alhamdulillaah.. Dede gak nyangka, beneran gak nyangka… Allah emang baik banget ya Kak..’, aku masih mengendalikan luapan jiwaku, dan hanya melempar senyum, menyembunyikan genangan air di tepian kedua mataku. Dan sambil merapikan tatanan kata-kata, coba kusambut dengan keceriaan dan tentunya kesyukuran yang lebih sumringah darinya. ‘Allah selalu baik sama kita, alhamdulillaah. Harus lebih bersyukur De…’. Ia mengangguk, tanda setuju.

Beberapa menit kemudian, berselancar di dunia maya, mampir ke wall Facebook milik adikku. Ada postingan foto pengumuman kelulusannya dari ujian saringan masuk UI. Foto yang diunggah itu biasa saja memang, atau mungkin bagi sebagian orang terkesan udik, norak atau kampungan. Tapi bagiku, itu adalah tanda kesyukuran betapa perjuangan yang ia lakukan selama ini, mengejar yang ia cita-citakan, dapat terwujud, di saat orang lain menganggapnya tak mampu. Ia tak banyak bicara, namun ia mampu meyakinkanku bahwa ia memang mampu. Dan memantaskan dirinya mendapatkan hadiah dari perjuangannya.

Selepas pengumuman kelulusan di sekolahnya, ia mulai menyebar surat-surat lamaran kerja pada beberapa perusahaan. Di sela-sela itu, ia pun aktif mencari info tentang beasiswa pendidikan pada beberapa perguruan tinggi, baik swasta maupun negeri. Ia menginginkan jurusan broadcasting di salah satu universitas swasta di Jakarta, alhamdulillah lolos seleksi beasiswa. Namun, karena beasiswa tersebut tak penuh, dengan berat hati melepasnya. Ia kesal, merasa tak dihargai. Sekuat hati aku coba sampaikan, bahwa Allah punya rencana lebih indah yang Ia siapkan baginya. Pada beberapa cerita, berulang. Sama. Dan ia memilih untuk bekerja pada salah satu perusahaan swasta di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan.

Hari ke hari, aku hanya mengetahui kabarnya dari Ibu, di kesempatan aku pulang ke rumah di sela-sela aktivitas kampus dan pekerjaanku. Ibu agak khawatir adikku hilang semangat belajarnya karena bekerja, tapi kuyakinkan Ibu bahwa aku akan tetap mengingatkannya, insyaaLlah. Ini janjiku pada Ibu. Di awal bulan Juni, aku mendapat kabar bahwa adikku membatalkan ikut ujian SNMPTN. Aku sempat geram dan hampir saja memarahinya, tapi Allah masih melembutkan hatiku dan memberi kesempatan padanya menjelaskan alasannya. ‘Dede gak punya uang buat SNMPTN kak.. Dan gak tau kenapa, kurang yakin aja. Dede ikut Simak UI aja’. Ia meyakinkanku.

Ahad, 10 Juni 2012, ia menghampiriku di kamar dan berbisik pelan, ‘Kak…, ada uang gak? Dede mau daftar ujian, tapi uangnya cuma segini…’, ia menyerahkan sejumlah uang. Dan kutanyakan berapa nominal yang harus dibayarkan, ternyata uang yang ia punya baru setengah dari yang semestinya. Allaahu ghaniy…, kami sering begini. Tapi tak lantas menyurutkan semangat kami mengejar mimpi. ‘Kak ambil ya uangnya, insyaaLlah besok kakak yang setorkan ke bank’, sambil mengulas senyum coba menenangkannya, dan melanjutkan kata-kataku, ‘Dede siapin aja pelajarannya buat ujian’. Ia berlalu, aku rasa ia menyembunyikan sendunya dari hadapanku.

Selasa, 12 Juni 2012, alhamdulillah tercukupi dana yang harus disetorkan ke bank untuk biaya pendaftaran, agar bisa segera mengetahui nomor dan lokasi ujian. Singkat cerita, ujian diadakan tanggal 8 Juli, hari Ahad. Dan di hari itu, aku sedang tak berada di dekatnya. Singkat pesan yang kukirimkan padanya pagi itu, ‘De…, udah berangkat belum? Ma’annajah fil imtihan ya Shalih, moga dijernihkan hati agar dimampukan akal berpikir jernih :)’, tak ada balasan. Ia memang begitu, tapi ku tahu, begitu adalah satu caranya menerima caraku memperhatikannya.

Kurang lebih tiga pekan selepas ujian, pengumuman kelulusan akan diberitahukan. Selama itu, ia sibuk melanjutkan kerjanya dan aku pun dengan aktivitasku. Ada sebongkah harap kelulusan menghampirinya, tapi lebih besar bongkahan harapku pada apapun keputusanNya atas segalanya. Dan ia pun sama, bukan kami tak ingin mimpi itu menjadi nyata, hanya saja kami tak ingin berharap lebih selain kepadaNya. Hingga hasil pengumuman kelulusan itu kami terima, kesyukuran semakin menundukkan hati-hati kami. Tersungkur sujud dalam patuh.

Kisah ini kawan, mungkin biasa saja bagi kalian. Tapi bagi kami, inilah hidup yang kami jalani. Tak sekedar bermimpi, tapi kami bangun dari tidur dan mengejar mimpi-mimpi kami. Dan tentu saja, karena kami meyakini bahwa janjiNya adalah kepastian, itulah yang menguatkan kami hingga detik ini. Aku ingat beberapa kata yang kubaca dari postingan adikku selepas pengumuman kelulusan itu, kurang lebih begini katanya:

‘Hampir setiap hari kawan, ya, setiap hari aku bercerita tentang mimpi. Boleh saja orang lain mematahkan semangatku dan menganggap aku tak mampu. Tugasku hanya melakukan yang terbaik semampuku, biar Allah yang menyelesaikan bagianNya’ (Abiishal)

Then, just do our best, then Allah will take the rest.

Dalam kesyukuran.
Hajiah M. Muhammad
Selasa, 24 Juli 2012//4 Ramadhan 1433 H
Learning, Sharing, and Inspiring

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s