Peduli Lingkungan Hidup Agar Tetap Hidup

Peduli Lingkungan Hidup agar Tetap Hidup

Hari Lingkungan Hidup Dunia, adakah ia dikenal khalayak ramai? Setelah masyarakat mengenalnya, apakah ada tindakan nyata menjadikan lingkungan hidup tetap hidup? Mahasiswa, ma-ha-sis-wa, salah satu tri darma dari mahasiswa adalah pengabdian masyarakat. Dari satu kebaikan tersebut, apakah yang telah diberikan mahasiswa bagi masyarakat? Apakah harus menunggu lulus kuliah dan wisuda? Saya rasa, untuk peduli lingkungan sekitar tak harus menunggu.

Kehidupan manusia kini, sungai keruh dengan limbah perusahaan, hutan gundul dengan penebangan liar, debu polutan asap kendaraan, udara pun tercemari dengan polusi. Menengok ke sudut-sudut kota, sisa bahan makanan dan minuman menggunung, seolah berkejaran dengan julang gedung-gedung perkantoran. Beginikah gambaran negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam terbesar di dunia, Indonesia?

Kita pernah mendengar, kebersihan sebagian dari iman. Sebagai penganut agama Islam, kebersihan atau dalam Bahasa Arab disebut thaharah adalah satu tanda seseorang beriman dan mengakui keberadaan Tuhan. Dalam Al-Qur’an dan hadits, sebagai pedoman umat Islam, telah banyak dijelaskan tentang urgensi manusia sebagai khalifah (pemimpin) di muka bumi. Dan salah satunya adalah dengan peduli terhadap lingkungan hidup.

“…, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya…” (QS. Huud (11):61)

 

Dari ayat tersebut di atas, manusia dijadikan penghuni bumi untuk menguasai dan memakmurkannya. Semua itu hendaknya menjadi bekal bagi manusia untuk mengabdikan diri kepada Allah, Tuhan yang telah menciptakannya dan menjaga ciptaan Allah yang lainnya, bukan malah membuat kerusakan di dalamnya.

Lantas, bagaimana sebaiknya manusia bersikap terhadap lingkungan?

  • Perilaku manusia terhadap alam

Seorang muslim memandang alam adalah sahabatnya, sesama ciptaan Allah yang harus dijaga dan dilestarikan. Dalam hubungan manusia dengan alam, adalah kebutuhan yang saling berkaitan. Manusia membutuhkan alam untuk kelangsungan hidup dan begitu pun sebaliknya. Alam membutuhkan manusia untuk menjaga dan merawatnya agar tetap hidup, merasai karunia Tuhan.

Manusia dituntut untuk berakhlak kepada alam yang berarti adalah menjaga dan melestarikannya agar tak punah atau rusak oleh tangan-tangan tak bertanggung jawab.

  • Memakmurkan bumi dan memelihara alam

 “Tidakkah kamu perhatikan Sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin” (QS. Luqman (31):20)

Tugas manusia adalah memakmurkan bumi, mengelola dan memelihara alam. Memakmurkan bumi adalah mengelola sumber daya yang telah diciptakan Allah bagi kesejahteraan manusia. Mencari kesejahteraan hidup merupakan kebutuhan bagi setiap orang, dalam Islam, kesejahteraan hidup adalah di dunia dan di akhirat karena keduanya tak dapat dipisahkan dalam kehidupan yang dijalanai. Kesejahteraan manusia di dunia dapat dicapai dengan menjalani ketentuan yang telah Allah sampaikan dalam Al-Qur’an dan hadits Rasulullah SAW., sebagai bekal untuk merasakan kesejahteraan di akhirat.

Cara lain yang dapat kita lakukan untuk memakmurkan bumi adalah dengan bercocok tanam, seperti yang Rasulullah sampaikan dalam haditsnya,

“Tidaklah seorang muslin menanam atau bercocok tanam, kemudian tanamannya dimakan oleh burung, manusia atau binatang ternak, melainkan menjadi sedekah baginya” (HR. al Bukhari no. 2152 dan Muslim no. 2904). Saudaraku, kita pasti sering mendengar orang-orang yang menyuarakan “Ayo tanam seribu pohon”, nah, bagaimana kita mau tanam 1000 pohon kalau satu pohon saja tak kita tanam? Bahkan, di Indonesia yang memiliki kekayaan hutan terhampar luas di hampir tiap pulaunya, dirusak dengan penebangan hutan illegal dan menyebabkan longsor. Bukan dimakmurkan dan dipelihara dengan baik, malah dirusak T_T

  • Menjaga dan melestarikan alam

 “…Dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan” (QS. Al-Qashshash (28):77)

Kerusakan di daratan adalah ekosistem daratan yang dipergunakan tanpa memperhitungkan akibat dari tindakan yang dilakukan, misalnya penebangan hutan mengakibatkan longsor, banjir dan serangan hewan hutan yang habitatnya terganggu. Laut tercemar oleh zat-zat kimia, limbah perusahaan, perusakan terumbu karang dan makhluk hidup lainnya dalam laut. Atau eksploitasi kekayaan bawah air dan tidak mempertimbangkan akibat bagi lingkungan yang merupakan awal malapetaka bagi manusia. Kerusakan itu akibat ulah tangan manusia sendiri, terutama mereka yang ingin untung sendiri tanpa memperhitungkan akibat dan masa depan generasi setelahnya.

Siapa yang akan menjaga dan melestarikan alam jika bukan kita? Jika bukan kita, siapa lagi? Sahabat, kita adalah ciptaan Allah yang diberi akal pikiran, juga hati untuk merasa. Tak sekedar mengedepankan rasio untuk memaknai kehidupan yang kita jalani, tapi Allah anugrahkan kepekaan hati-hati kita untuk merasakan bagaimana kesakitan tumbuh-tumbuhan atau makhluk Allah yang lainnya jika kita tak menjaga habitat mereka?

Sederhananya, jika kita menjaga kebersihan di kamar saja misalnya, pasti akan nyaman dan berpengaruh pada kelangsungan hidup kita bukan? Belajar jadi lebih focus, udara bersih dan sejuk. Nah, kalau kita butuh kenyamanan, makhluk hidup lainnya pun butuh kehidupan yang nyaman. Sepakat? Oh ya, hari lingkungan hidup dunia itu tanggal 5 Juni ya kawan 🙂

Oleh sebab itu, dengan adanya hari lingkungan hidup dunia, semoga menyadarkan kita agar mencintai alam, menjaga dan melestarikannya untuk kelangsungan hidup bersama dan bagi generasi setelah kita. Keep our environment !!!

Hajiah M. Muhammad

Bandung, 18 Juli 2012//28 Sya’ban 1433 H

Learning, Sharing, and Inspiring

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s