Menjadikan Nyata

Bismillaah.

Ini tentang mimpi kawan. Mimpi yang orang bilang hanya bunga tidur, menghias lelap mata yang terpejam. Menjadi hiasan tidur dan terbangun mengukir senyum ataukah terdiam karena mimpi buruk. Tapi tidak bagiku, mungkin juga bagi sebagian kalian. Tahukah? Aku memang tak pernah bermimpi aku bisa seperti hari ini, saat orang lain menganggap keberadaanku dengan seadanya aku. Aku memang tak pernah bermimpi bisa seperti hari ini, saat orang lain melihatku dan mereka mengukir senyum tulusnya untukku. Tapi bukan untuk itu aku menuliskan ini. Di sini, aku hanya ingin sampaikan kepada kalian beberapa mimpi yang kupunya dan semoga Allah memampukanku tuk menjadikannya nyata. Laa hawla walaa quwwata illaa billaah. 

Melihat kembali buku saku tempat kutuliskan mimpi-mimpiku, ada yang kini mulai kurintis menjadi nyata. Memiliki base camp anak-anak jalanan agar mereka punya wadah berkreasi, berkarya dan tentunya mengenal siapa Tuhannya. Terinspirasi dari seorang yang kini telah tiada *semoga Allah merahmatinya senantiasa*, Bang Buce (Budi Khoironi), pendiri komunitas Punk Muslim yang telah menyerahkan amanah besar untuk melanjutkan perjuangannya kepada seorang Ahmad Zaky. Seperti yang telah disinggung ditulisan sebelumnya, aku pun punya cita yang sama. Menjadi bagian dari perbaikan kerusakan negeri ini, dengan peduli pada pemuda yang merupakan generasi yang akan menjadi pemimpin di masa depan.

Tanggal 23 Juni lalu, bersama dengan teman-teman kelas di kampus, launching komunitas yang kami sebut Kompajala (Komunitas Mahasiswa Pencinta Anak Jalanan). Pencetusnya adalah teman-teman yang tergabung dalam organisasi eksternal kampus (PMII), dan untuk kepengurusan periode awal diketuai oleh seorang kawan, Ta’miruddin Sya’bana namanya. Awal mula bergabung dengan komunitas ini ketika saya diajak secara langsung untuk membantu kegiatan perdananya, yaitu dengan kegiatan bakti sosial dan lomba anak-anak di desa binaan di sekitaran kampus.

Agenda perdana itu pun digabung dengan peringatan Isra’ Mi’raj di malam harinya. Sederhana saja memang, hanya ada cemilan khas buat anak-anak, nasi bungkus, air mineral gelasan dan tentunya kawan-kawan Kompajala yang penuh semangat meski sangat tampak letih di pelupuk mata. Namun keceriaan anak-anak di desa binaan dan kebahagiaan berbagi dengan mereka mengalahkan kelelahan dan kantuk. Subhanallaah wal hamdulillaah, tiada nikmatNya yang terdustakan. 

Dengan menyaksikan langsung keadaan anak-anak tersebut, ada kesyukuran yang memuncak pada Allah yang telah begitu banyak memberikanku kenikmatan. Orang tua yang masih lengkap, adik, teman-teman, pendidikan. Ahh…, rasanya aku takkan mampu menyebutkannya satu per satu. Mungkin kau pun begitu.

Mohon doanya juga ya kawan, insyaaLlah tanggal 8 Juli nanti untuk pertama kali aku ikut komunitas pemuda lainnya yang masih berkaitan dengan kepedulian sosial, K-BIN namanya. Komunitas peduli anak-anak kurang beruntung yang dirintis dari teman-teman satu almamater sekolahku. Senangnya bisa berbagi, semoga menjadikanku dan juga kalian sebagai orang-orang yang pandai bersyukur. Alhamdulillaah. 🙂

Hajiah M. Muhammad

Depok, 14 Juli 2012 / 23 Sya’ban 1433 H

Learning, Sharing and Inspiring

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s